Pentabear Kopitime adalah sebuah restoran ala
kopitiam.
Kehadiran
Pentabear Kopitime berawal dari kisah lima sahabat sejak kuliah, yang sama-sama
suka berpergian ke seluruh penjuru dunia. Tujuannya, untuk mencoba makanan khas
daerah tersebut. Puas mencoba hampir semuanya, kelima sahabat ini memutuskan
untuk ikut berbisnis di dunia kuliner. Akhirnya, mereka setuju untuk membuat
sebuah restoran ala kopitiam dengan nama Pentabear Kopitime.
Nama
Pentabear memiliki asal-usul yang unik. Salah satu dari lima orang ini berbadan
besar dan doyan makan. Ia dijuluki ‘si beruang kutub’ oleh teman-temannya.
Julukan inilah menjadi awal dari tercetusnya nama Pentabear. Penta sendiri
berarti lima, dalam bahasa Yunani.
Kini, Pentabear Kopitime telah membuka restoran
pertamanya di Summarecon Digital Centre (SDC), tepatnya di bagian Downtown. Diakui
Ivan, sang pemilik, restoran ini mengambil tema kota tua. “Karena kita membuat
restoran dengan konsep kopitiam. Kopitiam, kan, peranakan melayu zaman dahulu,”
jelasnya.
Dengan desain yang minimalis dan kesan vintage, Pentabear Kopitime sukses
menarik konsumen. “Baru enam hari Pentabear Kopitime buka di SDC, empat hari di
antaranya aku sudah makan di sana,” ucap Jessica, mahasiswi Ilmu Komunikasi
Universitas Multimedia Nusantara (UMN). “Makanannya enak, harganya juga tidak
terlalu mahal,” jelasnya.
Soal harga, Pentabear Kopitime mematok harga dengan kisaran di atas dua puluh ribu untuk makanan berat, dan belasan ribu untuk snack. Varian makanan yang disediakan pun sangat beragam. Mulai dari makanan khas Indonesia, hingga Chinese food. Rasanya pun sangat cocok di lidah.
Pentabear Kopitime juga memiliki dua cabang di
daerah Jakarta dengan nama Kopitime Story. Satu di Jakarta Selatan, dan satu
lagi di Jakarta Barat.



No comments:
Post a Comment